Komunikasi Lebih Dari Sekedar Kata-kata

Komunikasi, ya hal ini yang sering kita lakukan setiap waktu dalam hidup kita. Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, maka komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi kita. Tapi tahukah anda, ketika kita berkomunikasi dengan lawan bicara, hal yang diperhatikan dari kata-kata yang disampaikan hanya sebesar 10%, 27% intonasi suara (lemah, sedang atau keras) dan terakhir 63% adalah gerak tubuh.

Saya baru saja membaca buku berjudul “Selling Sucks” karya Frank J. Rumbauskas Jr. Di buku tersebut, dalam perspektif tenaga penjual tentunya, dan tidak menutup kemungkinan bisa juga dipraktekan dalam kehidupan kita sehari-sehari, yakni tentang bagaimana menjadi orang yang menyenangkan sekaligus meyakinkan bagi lawan bicara kita. Menurut Rumbauskas, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika kita berbicara dengan orang lain. Ulasannya sebagai berikut:

– Tenanglah Ketika Berbicara

Bicara terlalu cepat mengindikasikan kita sedang nervous atau grogi. Bicara terlalu cepat selain menunjukan rasa tidak percaya diri dapat pula membuat salah pemahaman di telinga lawan bicara. Ini sudah jelas sekali, orang percaya diri bicara sangat tenang dan jelas. Coba saja perhatikan pejabat atau tokoh-tokoh ketika berbicara, mereka berbicara tenang dan santai. Orang bicara cepat, sekali lagi dinobatkan sebagai orang yang gugup. Jika kita gugup, orang lain tidak akan tertarik untuk menyimak lebih lanjut.

– Jangan bicara “Betul Gak?” atau “Iya kan?”

Menambahkan kalimat itu di setiap ujung pembicaraan menunjukan anda tidak punya pengetahuan luas. Lagi-lagi, menunjukan anda orang yang tidak percaya pada diri sendiri. Coba lebih mantap berbicara tanpa membubuhkan kalimat “Betul gak?” atau “Iya kan?” disetiap percakapan, tujuannya adalah untuk meyakinkan orang lain bahwa pembicaraan anda itu benar adanya dan tidak mengada-ada.

– Bersandarlah!

Anda tahu Donald Trump? coba cari di youtube banyak video tentangnya ketika sedang berbicara. Trump selalu menyandarkan badannya dikursi tempatnya duduk. Lawan bicara akan memandang anda orang yang pemberani dan relax. Setelah itu mereka akan mendengarkan semua yang anda bicarakan. Coba deh!

– Pastikan Tangan Anda Tidak Terlalu Banyak Bergerak

Banyak rekomendasi dari pakar komunikasi bahwa dengan menggerakan tangan menunjukan bahwa anda ekspresif. Namun kenyataannya itu salah! Menggerakan tangan terlalu sering menunjukan anda sedang membuang rasa grogi. Jadi gunakan gerakan tangan secukupnya pada saat awal anda berbicara, untuk melepaskan rasa gugup anda, setelah itu coba lah tenang.

– Keluarkan Suara Terdalam

Suara yang dalam ketika berkomunikasi memiliki kekuatan yang hebat. Banyak studi mengatakan perempuan lebih suka laki-laki yang memiliki suara yang dalam daripada yang lembut. Ini menunjukan kekuatan. Jadi coba atur suara anda ketika bertemu rekan bisnis atau teman kencan. Dijamin pertemuan anda akan berkesan!

– Jelaskan Sesuatu Dengan Padat dan Jelas!

Jelas dan padat menunjukan anda orang cerdas. Walaupun banyak orang mengatakan orang yang terlalu singkat berbicara menunjukan kekurangan pengetahuan. Namun kenyataannya, orang yang bicara jelas dan padat adalah orang-orang yang cerdas. Ketika anda ditanya “Apakah produk ini dapat membasmi serangga A, B, dan C?” daripada anda menjelaskan seperti “Ya, Produk ini sangat ampuh dengan zat yang ada didalamnya dapat membunuh serangga A, serangga B, atau serangga C”. Lebih baik anda menjawab seperti ini “Ya, Produk ini dirancang untuk membunuh semua jenis serangga”. Padat dan jelas, itu yang terpenting dalam komunikasi.

Jadi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam berbicara, khususnya dalam gerak tubuh dan intonasi suara. Jangan bicara terlalu cepat, Jangan meminta peretujuan dengan “Iya kan?” atau “Bener gak?”, Jangan banyak melakukan gerakan, Bersandarlah, Pakai suara terdalam dan jelasakan sesuatu dengan padat dan jelas. Itulah yang perlu dilatih untuk menjadi pembicara yang menawan di hadapan siapapun. Selamat Berlatih!

Bagaimana membahagiakan orang tua?

Cita-cita membahagiakan orang tua memang cita-cita yang mulai. Semua orang di dunia ini pasti ingin membahagiakan orang tuanya. Namun bagaimana caranya? Atau bagaimana bentuknya? Ada yang bilang “saya ingin membayar biaya naik haji orang tua”, “saya ingin pergi jalan-jalan dengan orang tua”, “saya ingin membelikan rumah dan mobil bagus untuk orang tua”, dan lain sebagainya. Memberi kebahagiaan untuk orang tua bagi sebagian orang umumnya memberi “sesuatu yang bernilai” berbentuk materi. Namun, pernahkah kita bertanya secara langsung kepada orang tua kita, apa yang sebenarnya membuat mereka bahagia?

Saya memendam pertanyaan ini sejak sekian lama. Dulu, saya pun berpikiran sama. Ingin rasanya membalas jasa-jasa mereka dengan menghadiahi mereka dengan naik haji, mobil mewah, atau rumah besar. Kemudian saya bertanya mengenai apa yang ingin mereka dapatkan dari saya, agar mereka berbahagia. Ternyata jawabannya tidak seperti yang kita bayangkan, mereka hanya ingin melihat kita bahagia, dengan itu mereka pun berbahagia.

Banyak teman saya yang berambisi memberikan kebahagian kepada orang tuanya. Dengan cara mencoba mengumpulkan uang untuk memberi mereka “sesuatu yang bernilai”, hasilnya mereka mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Mereka tumbuh dan hidup prihatin, alih-alih memberi kebahagiaan kepada orang tua mereka, malah mereka sendiri tidak bahagia. Bahkan terbebani.

Jika kita mau berpikir lebih luas lagi, akan makna berbakti kepada orang tua. Sebenarnya cara membahagiakan orang tua tidak lah sesulit itu. Untuk saya, membahagiakan orang tua adalah dengan cara tidak memberikan kekecewaan kepada mereka. Contohnya, jika kita sekarang masih kuliah, jangan dulu deh mikir untuk bisa membelikan ini atau itu yang bernilai kepada orang tua. Cukup belajar yang benar, rajin masuk kuliah, lalu lulus tepat waktu. Dengan itu, orang tua akan sangat berbahagia sekali kepada kita. Untuk yang sedang bekerja, jangan mikir berat-berat deh bagaiamana caranya kita naik haji bareng orang tua, cukup bekerja dengan baik dan disiplin, mengumpulkan uang, kemudian belikan pakaian yang baik, makan makananan yang menyehatkan, ketika kita pulang ke rumah orang tua, orang tua melihat badan kita bersih, pakaian rapih serta tubuh yang gemuk mereka pun akan bahagia melihat kita.

Banyaknya dari kita terbebani dengan istilah “membalas budi orang tua” dengan cara berusaha keras untuk memberi mereka “sesuatu yang bernilai”. Yang sering terjadi, pikiran kita jadi terbebani, dan akhirnya hidup kita tidak berbahagia. Dengan itu, boro-boro mau membahagiakan orang tua, toh kitanya juga tidak berbahagia.

Jadi, bahagiakan orang tua dengan tidak memberikan kekecewaan kepada mereka. Dengan mengerjakan tanggung jawab kita dengan baik sebagaimana mestinya. Dengan demikian, orang tua akan tenang melihat kita, lalu bahagia pun akan mereka rasakan. Yang penting mah, buat orang tua kalian tenang. Caranya? Coba fokus ke kebahagiaan diri kita dahulu, kalau kita sudah bahagia, orang tua pasti ikut berbahagia. Tugas mereka melahirkan kita kan, untuk membahagiakan kita. Kita pun sama, nanti ketika menjadi orang tua pasti akan berbahagia ketika melihat anak kita berbahagia. Sesuai pesan dari Rasulullah, “Dalam mengambil keputusan, selalu pilih cara yang paling mudah”, jadi daripada keblinger mikirin mau beli ini mau beli itu untuk orang tua. Lebih baik pakai cara termudah, pastikan dulu diri kita bahagia ya!

Cerdas Menggunakan Waktu

Saya yakin banyak diantara kita sering kehilangan waktu dengan sia-sia. Entah itu karena terlalu banyak tidur, berkumpul bersama kawan, atau habis untuk berselancar di internet. Saya baru saja membaca buku karya Daniel Ahsan yang berjudul “Bagaimana Menggunakan Waktu 8 Jam Setara Dengan Produktivitas 24 Jam”. Di dalam buku ini, ada satu bagian yang membahas waktu ideal untuk mengerjakan sesuatu. Sangat bermanfaat, hal ini bisa menjadi acuan untuk kita menggunakan waktu secara efektif dan efisien, mari simak ulasannya sebagai berikut:

Pukul 01.00-02.00

Pukul ini adalah fase tidur paling lelap. Pada saat itu aktivitas berbagai sistem organ banyak yang diistirahatkan. Namun bagi wanita hamil, progesteron akan meningkat sehingga peluang untuk melahirkan pada tengah malam pun selalu lebih tinggi.

Pukul 04.00-05.00

Jam-jam segini Suhu tubuh paling rendah

Pukul 05.00-06.00

Pada saat itu terjadi peningkatan tekanan darah paling tajam. Produktsi melatonin atau hormon yang memicu rasa kantuk mulai berhenti, sementara tekanan darah meningkat paling tajam dibanding waktu lainnya. Produksi kartisol atau hormon stres meningkat sehingga otak siap untuk bekerja seharian namun peningkatannya tidak sampai memicu stres

Pukul 07:00

Hormon seks meningkat. Peningkatan tosteron pada laki-laki maupun perempuan terjadi pada pagi hari, sehingga mampu membangkitkan gairah seks. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk bercinta. Ayo informasikan ini kepada pasangan anda!

Pukul 08:00

Pergerakan usus meningkat. Jam ini cocok untuk buang air besar (BAB) di pagi hari. Pada jam ini terjadi proses alamiah, yakni pergerakan usus paling tinggi pada waktu tersebut. Pengukuran berat badan paling akurat dilakukan pada pagi hari setelah buang air besar.

Pukul 09.00

Metabolisme paling tinggi. Waktu yang tepat untuk sarapan pagi karena terjadi peningkatan metabolisme. Lemak-lemak yang diserap dari makanan tidak akan banyak menumpuk.

Pukul 09.00-11.00

Waktu terbaik untuk mencari ide. Pada waktu ini, hormon stres kortisol anda berada dalam kadar sedang. Hal ini akan sangat membantu anda untuk berpikir fokus. Menariknya, kondisi ini dialamai oleh semua golongan umur. Gunakanlah waktu ini untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan analisis dan konsentrasi, mengembangkan ide-ide baru, membuat presentasi, dan brainstorming mencari solusi tantangan besar atau kecil Bagi yang mulai memasuki usia paruh baya, pikiran akan lebih jernih di pagi hari sehingga mulailah atur jadwal untuk berdiskusi masalah pekerjaan atau pribadi.

Pukul 10.00-11.00

Kewaspadaan tinggi. Ibarat mesin diesel, tubuh dan pikiran sudah panad dan mencapai kondisi ideal untuk beraktivitas saat menjelang siang. Tingkat kewaspadaan tinggi, jarang ada yang mengantuk kecuali memang sedang kurang tidur.

Pukul 11.00-14.00

Stres Meningkat. Jeda istirahat dibutuhkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk menyegarkan diri. Makan sian di luar bisa menyegarkan pikiran sekaligus membiarkan tubuh terkena sinar matahari yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jam-jam ini juga merupakan waktu terbaik untuk tugas tersulit. Hormon tidur bernama melatonin di otak anda sedang menurun drastis sehingga anda siap mengerjakan tugas-tugas. Gunakalanlah waktu ini untuk mengerjakan tugas-tugas kantor, menjawab e-mail klien, dan memberikan presentasi pada bos atau klien.

Pukul 14.00-15.00

Koordinasi  terbaik. Melakukan banyak hal sekaligus paling cocok dilakukan pada siang hari karena kemampuan otak untuk melakukan koordinasi berada pada titik tertinggi. Di sisi lain, proses pencernaan makanan belum selesai sehingga kemampuan fisik agak berkurang. Jam-jam ini juga merupakan waktu terbaik untuk istirahat. Anda bisa menjadi sangat tidak produktif, apalagi selesai makan siang. Penurunan suhu tubuh yang membantu menenangkan untuk tidur di malam hari akan juga terjadi pada jam ini. Selain itu, untuk mencerna makan siang anda, tubuh harus menarik darah dari otak ke perut, otomatis setelah makan siang, tubuh anda pun berharap bisa beristirahat sejenak untuk mencerna makanan tadi. Gunakanlah waktu ini untuk menarik nafas, berdoa, peregangan, jalan cepat sejenak di sekitar kantor atau minum air putih. Cara-cara ini sangat baik untuk mengalirkan darah dari perut ke otak sehingga bisa mengurangi rasa kantuk.

Pukul 15.00-17.00

Denyut jantung paling stabil. Jika ingin berolah raga, sore hari adalah waktu paling tepat karena level adrenalin berada di level tertinggi. Selain itu, denyut jantung dan tekanan darah paling stabil sehingga cocok untuk melakukan aktivitas fisik.

Pukul 15.00-18.00

Waktu terbaik untuk kerja sama. Otak anda mulai menunjukkan tanda kelelahan sehingga pikiran anda tidak setajam waktu-waktu sebelumnya. Gunakanlah waktu ini untuk brainstorming dengan rekan kerja atau rapat dengan tinggat ketegangan rendah. Jika anda sudah pulang kerja di akhir jam ini, gunakanlah waktu untuk menguatkan otak, misalnya dengan mengerjakan aktivitas berbeda dari pekerjaan biasanya olah raga.

Pukul 17.00-20.00

Proses pembuangan racun. Fungsi hati dalam memproses racun-racun sisa metabolisme paling tinggi pada sore hari sehingga perlu didukung dengan minum air putih. Keinginan untuk mengemil juga tinggi karena kemampuan indera penciuman dan perasa meningkat

Pukul 20.00-22.00

Metabolisme dan pergerakan usus berkurang. Karena aktivitas fisik berkurang maka pembakaran energi tidak banyak terjadi di malam hari. Artinya, jika makan di malam hari, maka cadangan energi yang disimpan dalam bentuk lemak juga akan semakin banyak.

Pukul 22.00-23.00

Hormon seks meningkat lagi. Dibanding pagi hari, peningkatan libido atau gairah seks pada malam hari tidak terlalu tinggi karena secara fisik sudah kelelahan. Tapi peluang terjadinya ovulasi dan pembuahan paling tinggi pada hubungan seks malam hari menjelang tidur ketimbang pagi hari.

Nah sekarang kalian sudah tahu, kapan saja waktu yang baik untuk beristirahat, berolahraga, bekerja dan mengembangkan ide-ide, bahkan untuk bercinta. Jadi mulai sekarang, buatlah agenda dengan sebaik-baiknya. Karena waktu yang sudah hilang tak akan pernah kembali. Ada istilah kekasih hilang bisa dapatkan yang baru lagi, uang habis bisa dicari lagi. Tapi waktu? tidak ada satu cara pun untuk mendapatkannya kembali. Jadi cerdas lah menggunakan waktu!

Jangan Terlalu Mudah Menilai Orang Lain

Manusia adalah makhluk yang lemah dan bodoh. Keterbatasan kita dalam menilai sesuatu, seringkali berujung kepada penyesalan. Ketika kita melihat seseorang dengan status yang ciamik, pendidikan yang baik, keturunan yang hebat, pekerjaan yang bergengsi, kendaraan yang mahal, spontan kita berkata “Wah, masa depannya cerah nih!”. Sebaliknya, ketika kita melihat seseorang yang kehidupannya pas-pasan, pendidikannya tidak begitu tinggi, pekerjaan seadanya, dengan mudah kita menilai “Ah, suram nih masa depannya!”. Ketidaktahuan kita akan apa yang terjadi di masa depan, seringkali menjadi alasan mengapa kita dengan mudah menilai seseorang. Kita hanya akan menilai nasib seseorang kedepannya, dengan melihat apa yang ada dan dimilikinya sekarang. Tidak kah kita ingat bahwa dunia ini terus berputar? Ceritanya bersambung, sampai ajal memanggil.

Belakangan ini, saya mendapatkan informasi dari media massa. Seorang Jenderal Polisi terduga korupsi, mantan Putri Indonesia yang cantik dan cerdas, hidupnya berakhir di jeruji besi, Ustadz terkenal terjerat kasus penipuan, Tentara dipecat tidak hormat karena menggunakan narkoba, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi diberhentikan karena terjerat kasus hukum, dan lain sebagainya.

Saya percaya, mereka yang saya sebutkan diatas. Ketika masih muda, barangkali banyak sanak famili dan kerabat dekat beranggapan “Waduh, si A memang calon sukses, masa depannya cerah!”. Alhasil, banyak orang memuji dan mendambakannya. Silau dengan apa yang dilihat pada saat itu. Kita pun sering lupa, hidup ini akan terus bergulir. Apa yang terjadi di masa yang akan datang, kita tak pernah tahu. Siapa yang tahu orang yang dulu gagah berseragam, ketika sudah dalam posisi tinggi jatuh karena dugaan korupsi? Siapa yang tahu wanita cantik dan cerdas, dambaan setiap pria, sekarang hidup di penjara? Siapa yang tahu Ustadz yang terlihat alim dan beragama baik, ternyata ditangkap polisi karena menipu? Siapa yang tahu?

Lain lagi cerita jika melihat seseorang yang urakan. Hidupnya tak tentu arah. Pendidikan tak tinggi. Lahir bukan dari keturunan yang hebat. Kita spontan menilai negatif. Bahkan mencibir dan berusaha tidak mendekat dengannya. Kita lupa, Tuhan Maha Mengetahui. Dia punya kuasa dalam menentukan nasib seseorang di masa depan. Entah itu seseorang tersebut baik atau buruk di masa sekarang, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya di masa yang akan datang.

Kita mestinya tidak terlalu silau dengan kebaikan yang dimiliki seseorang di masa sekarang, karena di depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan juga, janganlah terlalu mudah menilai seseorang itu gagal hanya karena kita tidak melihat kebaikan pada dirinya saat ini. Mendekatlah dengan siapapun, hormatlah kepada semua orang, jangan terlalu banyak memilih dan memilah dalam berbaur dengan orang lain.

Saya termasuk orang yang percaya dengan “Apa yang kita tanam, maka itulah yang kita tuai”. Jadi, bagi kita yang saat ini mempunyai banyak kebaikan, pendidikan yang baik, orang tua yang hebat, pekerjaan yang bergengsi. Janganlah lupa diri, tetap bersyukur atas karunianya, selalu memberi dan rendah hati. Agar sampai kapanpun, kebaikan selalu menaungi diri kita. Bagi yang hidupnya masih pas-pas-an, seakan tidak ada harapan. Tetaplah berharap kepada Tuhan, karena hidup bukanlah sekedar hari ini, masih ada hari esok. Tetap semangat, berdoa sebanyak mungkin dan teruslah berusaha.

Kisah Kekayaan Harun Ar-Rasyid

Seorang raja bernama Harun Ar-Rasyid sedang dalam perjalanan melintasi gurun pasir menunggangi unta. Ia bersama sang penasihat yang bijak bernama Ibnu Al-Samak. Perjalanan itu cukup panjang, ditempuh ketika siang sangat panas. Terik matahari menyebabkan dehidrasi. Sang Khalifah kehausan. Di satu tempat yang teduh, Harun Ar-Rasyid menepi. Disuruhnya Al-Samak menggelar tikar dan membawakan minuman.

Ibnu Al-Samak menggelar tikar untuk sang raja dan menuangkan segelas air. Saat gelas sudah terisi, Ibnu Al-Samak berujar, “Khalifah, dalam kondisi panas dan kehausan  seperti ini, andaikata kau tidak mendapatkan air untuk minum kecuali harus mengeluarkan separuh kekayaanmu, sudikah engkau membayar dan mengeluarkannya?”

Tanpa pikir panjang Khalifah Ar-Rasyid menjawab, “Saya bersedia membayarnya seharga itu asal tidak mati kehausan.”

Usai mendengarnya, Ibnu Al-Samak memberikan segelas air dan sang khalifah pun tak lagi kehausan.

Ibnu Al-Samak duduk di sisi Khalifah Harun. Sejurus kemudian, ia kembali melontarkan pertanyaan, “Khalifah, andai air gelas yang kau minum tadi tidak keluar dari lambungmu selama beberapa hari, tentulah amat sakit rasanya. Perut jadi tidak karuan dan semua urusan jadi berantakan karenanya. Andaikata kau berobat demi mengeluarkan air itu, dan harus menghabiskan separuh kekayaanmu lagi, akankah kau sudi membayarnya?”

Mendengar itu, sang Khalifah merenung. Setelahnya, Khalifah menjawab, “Saya akan membayarnya meski dengan separuh harta saya.”

Mendengar jawaban sang Khalifah, Ibnu Al-Samak berkomentar, “Ooo, kalau begitu, seluruh harta Tuan Khalifah itu rupanya hanya senilai segelas air.”

SELURUH HARTA TUAN KHALIFAH ITU RUPANYA HANYA SENILAI SEGELAS AIR.

Perjalanan Ke Ho Chi Minh City Vietnam

Sabtu siang tanggal 2-Agustus-2014, saya merenung di dalam kamar. Liburan yang begitu lama membuat pikiran dan hati keruh. Saya butuh perjalanan, kemanapun itu. Akhirnya terbesit dalam pikiran untuk pergi berpetualang keluar Indonesia. Negara yang pertama terpikir adalah Vietnam. Kenapa Vietnam? Karena saya punya sahabat yang menetap disana. Tapi saya pikir jika hanya mengunjungi Vietnam tidaklah cukup, saya kemudian memutuskan untuk mengunjungi Thailand setelahnya. Saya buka laptop, berselancar di Internet, kemudian mencari informasi tentang negara tersebut dan juga harga tiket pesawat untuk menuju kesana. Setelah hitung sana hitung sini akhirnya saya memutuskan bahwa hari Kamis saya pergi!

Hari Rabu tanggal 6-Agustus-2014 saya berangkat dari Rangkasbitung menuju Serang, untuk menginap semalam disana. Karena hanya di Serang saya bisa mendapatkan Bus Damri menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Bus Damri berangkat dari Terminal Pakupatan setiap satu jam sekali, mulai beroperasi dari jam 04:00-17:00. Ongkosnya adalah Rp.45.000 sekali perjalanan. Cukup murah. Kita akan mendapatkan Bus yang nyaman dan juga ada Wifi gratis di dalamnya. Setelah menginap satu malam disana, besoknya hari kamis tanggal 7-Agustus-2014 saya pun berangkat.
Penerbangan saya dijadwalkan terbang pada pukul 11:45. Dan transit di Singapura selama 6 jam. Lumayan, selama transit saya bisa melihat-lihat kota Singapura yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta itu, namun lebih bersih tentunya. Pada saat berangkat dari Indonesia, saya hanya memegang satu tiket sekali pergi dari Indonesia, yaitu Jakarta-Ho Chi Minh City. Saya khawatir karena yang saya baca di internet, untuk bisa masuk negara ASEAN kita harus punya tiket pulang. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membeli tiket pesawat di Bandara Changi Singapura. Namun, bahasa Inggris orang Singapura itu sangatlah sulit dimengerti, khususnya mereka yang berparas Tiongkok. Sulit sekali dicerna. Lebih baik bahasa Inggris orang Singapura berparas Melayu dan India, mereka lebih mudah dimengerti. Oleh karena itu, saya kesulitan untuk mencari sales counter di Bandara Changi Singapura. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membeli tiket pulang. Saya begitu khawatir sekali pada saat itu, mengingat negara yang akan saya datangi adalah negara sosialis. Entah apa hubungannya, dibenak saya negara sosialis itu sangatlah keras. Tapi, saya serahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Biarkanlah Dia yang memutuskan kejadian selanjutnya.
Perjalanan saya berlanjut. Pukul 19:10 saya berangkat dari Singapura menuju Ho Chi Minh City Vietnam. Perasaan saya sangat tidak karuan. Saya membayangkan jika saya tidak bisa menunjukan tiket pulang, pihak imigrasi Vietnam akan menyuruh saya kembali pulang ke Indonesia. Namun benar apa kata orang bijak Arab “Apa yang kamu takutkan, sesungguhnya tidak akan terjadi”. Benar saja, ketika saya mendarat di Ho chi Minh City, petugas imigrasi tidak mempermasalahkan tiket pulang saya. Memang betul, petugas itu bertanya akan tiket pulang saya. Dan saya hanya jawab, saya hanya tinggal disini selama dua hari, kemudian akan membeli tiket pesawat menuju Thailand esok hari. Saya pun lolos.
Ho Chi Minh City adalah salah satu kota besar yang ada di Vietnam. Kota ini adalah kota terbesar di Vietnam dan terletak dekat delta Sungai Mekong. Dahulu namanya Prey Nokor, dan saat itu kota ini merupakan pelabuhan utama Kamboja, yang kemudian ditaklukkan oleh bangsa Vietnam pada abad ke-16 . Pertama saya menginjakan kaki di kota ini, hawa terasa lumayan panas.
Suhu rata-rata di Ho Chi Minh City adalah 28˚ C. Saya tiba di Bandara Tan Son Nhat pukul 20:45, seketika saya langsung menukarkan uang USD saya ke VND. Saya tukar sebesar $100 dollars, cukup besar memang memegang uang sebesar itu untuk hanya dua hari, dan faktanya uang tersebut tidak habis. Karena mata uang Vietnam memang sangat lemah bila dibandingkan dengan Dollar.
Teman saya sudah menunggu diluar bandara, saya pun pergi bergegas menggunakan sepeda motor menuju tempat makan di pusat kota ini. Makanan disana kebanyakan berkomposisi daging babi. Jadi agak sulit untuk saya untuk menghindarinya. Walaupun ada beberapa makanan seperti nasi, ayam dan sapi. Tapi bumbu-bumbu yang berbahan babi masih tetap akan ada di setiap makanan. Akh, sulit sekali. Tapi apa daya, karena kepepet, saya tetap makan ayam dan sapi tanpa memikirkan bumbu apa yang dicampurkan kedalamnya.
Kota ini jika boleh saya gambarkan, adalah perpaduan antara Bandung dan Jakarta. Keruwetan lalu lintas, pengendara sepeda motor yang seperti orang kesurupan cukup untuk bisa bersanding dengan kota Jakarta. Namun dibeberapa titik, banyak sekali pepohonan rimbun, mirip dengan kota Bandung. Perempuan disana nampak seperti Tiongkok. Putih bersih dan langsing. Tidak sama dengan di Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim, perempuan di Vietnam berpakaian lebih terbuka memerkan lekuk tubuh mereka.
Selama dua hari di Vietnam. Saya berkunjung ke beberapa tempat keramaian disana. Tempat yang biasanya dikunjungi oleh turis asing. Diantaranya adalah Gereja Notre-Domme, Independent Palace, War Museum dan Ben Thanh Market.

– Notre-Domme

IMG_3606

– Independent Palace

ARP_5101

– War Meseum

IMG_3596

INDONESIA ENTREPRENEURSHIP CONDITION

Entrepreneurship is the most famous word that we always heard in the recent time. Increasing of young population in 2030 and internet users also become masive among the people, It makes Indonesia become a country who has big potential to increase its level of entrepreneurship. The government of Indonesia has been proven its commitment to support the spirit of entrepreneurial by established Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) on February 2, 2011. The objective of this movement is to decrease unemployment and poverty in Indonesia. I tell you, the unemployment rate among educated workers generated by high school and college graduates are still high. The majority of young people in Indonesia are still not interested to become entrepreneurs, due to the lack of a national education system to provide soft-skill knowledge, the culture in society and the parents do not wish their children to do business after they graduated from schools or universities.

Based on data from the Ministry of Education and National Culture, interest in graduate education institutions for entrepreneurship is very low, which is for high school graduates (22.63 %) and higher education (6.14 %). While those who had elementary and junior high schools have the autonomy to try it yourself (32.46 %). There is a tendency for young high school education (61.87 %) and graduate (83.20 %) choose to become workers or employees than to be entrepreneurs. This means that the higher a person’s education level, the lower the self-reliance and motivation to become entrepreneurs. Indonesia currently has approximately 3,707,205 or 1.56 % of the total population of entrepreneurs in Indonesia. Ideally, to achieve progress and national walfare, it takes at least as much as 2 % of entrepreneurs of the population. As an illustration of the economic progress of countries like Singapore, Malaysia, Thailand, South Korea and the United States is determined by the number of entrepreneurs  from 2.1 % up to 11.5 % of the country’s population[1].

As we see the current condition, that the level of entrepreneurs in Indonesia is still far away from the ideal. The basic needs regarding to boost the spirit of entrepreneurship and to generate new entrepreuners in Indonesia are full support from the government, education and motivation from all related parties. Here I will explain what things that have taken in order to increase the spirit of entrepreneurship in Indonesia:

The first is Support From The Government. As signed the agreement for ACFTA and AFTA by the government. Indonesia has a big challange to compete with other countries in Southeast Asia. Even on the paper, Indonesia is the biggest economic in this area. Still, we do not have many entrepreneurs to prop the economics on the whole. Without fully support from the government such as simplify to facilitate licensing to build a new business, simplify to get business capital and also minimize the illegal levies, it will be hard to compete in ASEAN and to generate new entrepreneurs in this country.

Secondly is Education. As I mentioned before, the education system in Indonesia does not support and encourage the students to be an entrepreneurships. The system of national education is still focus to prepare its alumunus to be a worker not entrepreneur. It is proven by high amount of of unemployment and low of entrepreneurs from graduates of Indonesia. The system has to be changed to the better system. That encourage entrepreneurial spirit by give the students softskills in the entrepreneurship, give them capability and knowledge how to build a business and challange them to change their mind after graduation. Entreprenerial education is not only responsibility of universities or school, it is also responsibility of all parties. So, I think, the students also have to gain the knowledge of entrepreneurship from business forums. Nowadays, so many entrepreuneurship forum in offline or online places. Those kind of forums will give huge impact in order to increase the knowledge and awareness of spirit of entrepreneurships and will encourage young people to be entrepreneurs.

And the last is Motivation. The motivation has to be clear. Actually, some of graduates/young people in Indonesia has huge potential to be entrepreneurs. However, the main problem is they do not have enough motivation to start their own business. The motivation activities can be conducted by provide them opportunities to show their idea in the businee competition, sharing knowledge by success entrepreneurship in this country to the  young people via seminar and training, and many more. Those events can be managed by universities, government and other parties, in order to give and to boost the spirit of entrepreneurship and then they will do their business immediately.

As a conclusion, Indonesia is the biggest economic country in the Southeast Asia, moreover Indonesia has big opportunity in ACFTA and AFTA agreement. The challange of the Indonesia Government  is to support the young people to build their own business in order to prop the economic to compete with other countries in this world. The things that  Indonesia has to do  is to fully support by the government by simplify to facilitate licensing to build a new business, simplify to get business capital and also minimize the illegal levies, without it, we will be hard to compete in ASEAN and to generate new entrepreneurs in this country. Make the appropriate education system, focus to give skill in entrepreneurships and the last is always spread motivation for Indonesian young people to start their own business, it has to be supported by all related parties. 

 

[1] http://www.spiritgkn.com/index.php?pilih=hal&id=8