Pemuda Indonesia, Perjuanganmu Belum Selesai!

Memperingati hari sumpah pemuda yang ke 85, hidup pemuda Indonesia!!

Jakarta, 28 – Oktober – 2013

 

Sampai saat ini, 85 kalinya kita memperingati hari sumpah pemuda. Sudah banyak pergerakan-pergerakan yang dilakukan pemuda demi perubahan Indonesia menjadi lebih baik.  Salah satunya  masih terekam jelas dalam memori, pergerakan pemuda pada tahun 1998, ketika pemuda bersatu padu menjatuhkan pemerintahan otoriter rezim Presiden Suharto. Ketika itu publik dibuat terkesima dengan pergerakan ini. Pemuda yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai daerah bersatu menuntut keadilan, pemerintahan sekuat kabinet Soeharto, yang sudah berkuasa lebih dari tiga dekade itu dapat jatuh hanya dalam hitungan hari. Bagaiman bisa jatuh? Bukan karena serangan militer, bukan gertakan senjata, tapi persatuan para pemuda yang haus perubahan.  Namun, pada era sekarang, sudah tidak pas rasanya melakukan pergerakan-pergerakan yang seperti itu, kita dituntut untuk “melawan” dengan cara yang berbeda, sesuai zamannya. Yaitu dengan terus berkarya.

Bila kita mencari pembenaran, sebenarnya Indonesia ini sangat berpotensi menjadi negara super power. Amerika dan Eropa sudah hilang mereka punya kekuatan. Ekonomi mereka mulai berantakan. Kesejahteraan masyarakat mulai tak karuan. Di Asia, khususnya Indonesia keadaan sebaliknya, masyarakat menengah terus tumbuh, pertumbuhannya pun diatas 6%. Dengan keadaan masyarakat ekonomi seperti itu, maka jangan aneh jika para pakar segala bidang, mulai pakar ekonomi, politik, budaya bahkan agama menyebut Indonesia sebagai negara yang mempunyai potensi untuk menguasai dunia. Indonesia mempunyai modal SDM yang baik, penduduk kita sebagian besar berada pada umur yang produktif yakni 16-30th. Mereka adalah modal, modal menuju perubahan yang lebih baik.

Akan tetapi, bermodal banyaknya kaum muda di negara ini tidaklah menjamin negara kita menjadi negara kuat. Banyak hal yang harus dibenahi dari para pemuda di tanah air. Saya akan paparkan apa saja yang harus dibenahi dari pemuda Indonesia agar mampu menjadi agen perubahan bagi bangsa dan negara ini, yaitu Kepercayaan diri, Kreatifitas dan Keterbukaan.

–               Kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah poin paling utama bagi siapa saja yang ingin maju dan terus berkembang. Modal kemampuan intelektual saja rasanya tidak cukup untuk bisa bersaing. Orang Indonesia ini pemalu, mereka sebetulnya banyak mempunyai potensi untuk maju. Tapi rasa malu itu membuat mereka tidak berani mengemukakan pendapat dan ide. Hal itu penghambat kemajuan dari bangsa ini. Jika kita telusuri ke kampus-kampus, biarkan mereka (para mahasiswa) diskusi dengan konsep “Leaderless Discussion” yaitu forum diskusi bebas, tanpa ada pemimpin rapat. Pastilah pemuda pemuda Indonesia dapat bercuap-cuap bebas dengan ide dan argumen briliannya. Tapi, lain lagi jadinya jika dalam forum formal, mereka kebanyakan diam dan diam. Selain itu, di negeri ini terlalu banyak komentator pengecut, ada penemuan baru dikomentari, ada prestasi bagus dikomentari. Komentar memang tidak selalu buruk, tapi jika yang dilontarkan hanya komentar menjatuhkan, akan menghambat pemuda bangsa ini untuk terus berkarya. Percaya diri dibangun dari diri sendiri, kita harus belajar dari negara-negara lain, barat khususnya. Bangsa barat mempunyai kepercayaan yang sangat tinggi sekali, oleh karena itu banyak gagasan dan karya-karya mereka yang mencuat sampai tingkat global. Kita perlu itu, kepercayaan diri harus dipupuk sedari balita. Jangan batasi diri sendiri, rekan, adik, atau siapa disekitar kita untuk berkarya. Dukung mereka jika telah membuat sebuah terobosan baru, jangan malah digunjing dan dijatuhkan. Supaya pemuda kita percaya diri, supaya mereka tidak minder untuk bersaing. Kalau didalam negeri saja tidak mendapat dukungan, bagaimana bisa bersaing ke tingkat global?

–               Kreatifitas

Bicara kreatifitas di Indonesia tidak akan ada habisnya, bangsa kita memang kreatif. Contohnya saja berapa banyak makanan khas Indonesia, tiap daerah pasti punya makanan khas. Itu baru makanan, belum yang lain. Game dan aplikasi komputer saja, di negara lain harus membeli yang asli. Di Indonesia, cukup merogoh beberapa rupiah saja, sudah bisa menikmati berbagai aplikasi komputer. Bajakan pastinya. Bajak membajak, kita jagonya deh. Hal itu memang tidak begitu cocok untuk dijadikan contoh, tapi yang saya tekankan disini adalah kreatifitas pemuda kita memang tidak diragukan lagi. Salahnya, kita itu meniru mentah-mentah. Dengan cara yang salah pula. Coba kita contoh Cina. Mereka meniru, tapi tidak sepenuhnya ditiru, ada hal yang dimodifikasi. Kalaupun meniru secara keseluruhan, mereka meminta lisensi kepada perusahaan yang ditiru untuk izin meniru, dengan imbalan royalti. Akhirnya sama-sama untung. Dukungan pemerintah memang berperan besar disana.

Di Indonesia, industri kreatif memang menjadi andalan.. Industri kreatif berkembang pesat dikota tertentu. Salah satunya di Bandung, mereka kreatif di berbagai bidang, yang paling terkenal adalah fashion. Ini harus diapresiasi. Banyak dari mereka mempunyai perusahaan di bidang fashion sendiri. Dengan bermodalkan kemampuan mendesign dan mengolah pasar. Produk mereka pun banyak yang di ekspor keluar. Dalam hal Fashion, kita sudah “one step ahead” dibanding negara tetangga. Berkat kreatifitas anak muda Indonesia, produk yang mereka buat sesuai dengan selera di berbagai negara. Karena apa, karena kita kreatif. Kita bisa membuat lebih dan berbeda.  Ini harus didukung terus, khususnya dari pemerintah, jangan dipersulit perizinan, lakukan secara kontinyu  pameran-pameran internasional. Supaya produk kita dikenal di dunia. Harus ada stimulus seperti itu, agar kreatifitas anak muda tersalurkan secara tepat sasaran. Agar terarah yang akhirnya membawa keuntungan bagi kita semua.

–               Keterbukaan

Terbuka bukan berarti menerima apapun dari luar. Harus ada batasan disitu. Harus ada filter. Supaya identitas kita sebagai “Indonesia” masih tetap kuat. Jangan sampai terlalu terbuka akan perubahan, hal-hal yang harus kita tetap pertahankan malah terabaikan. Keterbukaan disini dimaksudkan, kita sebagai pemuda harus terus memantau kejadian-kejadian di luar negeri. Melihat situasi dan tren dunia. Tapi jangan terapkan disini jika memang tidak sesuai dengan ke-Indonesia-an kita. Pergaulan contohnya, minum-minuman keras, narkoba, dugem dan seks bebas adalah hasil yang buruk akibat dari keterbukaan yang kita terapkan. Apapun bentuknya, jika berasal dari luar negeri, seolah-olah kita akan mengikuti sepenuhnya. Kita harus bijak dalam memilih, mana yang harus ditiru dan tidak. Jangan sampai, melihat film barat yang mempertontonkan berciuman di tengah taman kita lakukan juga di Indonesia. Kan itu konyol namanya. Sudah sering saya lihat pasangan anak muda yang fulgar berpacaran didepan umum.

Sebaiknya, kita terbuka akan pemikiran-pemikiran yang dipublikasikan ilmuwan asing. Darisitu kita bisa mendapat wawasan baru, dari situ juga kita bisa mengambil manfaat. Yang barangkali bisa kita terapkan di negara kita. Terbukalah, beli majalah ekonomi atau bisnis asing. Baca buku terjemahan. Terima saja apa yang mereka tawarkan selama itu baik dan mempermudah bagi kita untuk berkembang. Kita pemuda Indonesia, harus terbuka pada perubahan. Perubahan di berbagai bidang.

Jadi kesimpulannya, dengan membenahi dan mengarahkan tiga hal yang dijelaskan diatas. Jangan menunggu puluhan tahun untuk maju dan kuat, sebagaimana diramalkan oleh para ahli negara Indonesia akan menjadi kekuatan global di tahun 2050. Dua atau tiga tahun pun kita sudah bisa mengejar ketertinggalan.  Akhirnya sampai pada puncak kejayaan. Indonesia yang kuat dan makmur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s