Jangan Terlalu Mudah Menilai Orang Lain

Manusia adalah makhluk yang lemah dan bodoh. Keterbatasan kita dalam menilai sesuatu, seringkali berujung kepada penyesalan. Ketika kita melihat seseorang dengan status yang ciamik, pendidikan yang baik, keturunan yang hebat, pekerjaan yang bergengsi, kendaraan yang mahal, spontan kita berkata “Wah, masa depannya cerah nih!”. Sebaliknya, ketika kita melihat seseorang yang kehidupannya pas-pasan, pendidikannya tidak begitu tinggi, pekerjaan seadanya, dengan mudah kita menilai “Ah, suram nih masa depannya!”. Ketidaktahuan kita akan apa yang terjadi di masa depan, seringkali menjadi alasan mengapa kita dengan mudah menilai seseorang. Kita hanya akan menilai nasib seseorang kedepannya, dengan melihat apa yang ada dan dimilikinya sekarang. Tidak kah kita ingat bahwa dunia ini terus berputar? Ceritanya bersambung, sampai ajal memanggil.

Belakangan ini, saya mendapatkan informasi dari media massa. Seorang Jenderal Polisi terduga korupsi, mantan Putri Indonesia yang cantik dan cerdas, hidupnya berakhir di jeruji besi, Ustadz terkenal terjerat kasus penipuan, Tentara dipecat tidak hormat karena menggunakan narkoba, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi diberhentikan karena terjerat kasus hukum, dan lain sebagainya.

Saya percaya, mereka yang saya sebutkan diatas. Ketika masih muda, barangkali banyak sanak famili dan kerabat dekat beranggapan “Waduh, si A memang calon sukses, masa depannya cerah!”. Alhasil, banyak orang memuji dan mendambakannya. Silau dengan apa yang dilihat pada saat itu. Kita pun sering lupa, hidup ini akan terus bergulir. Apa yang terjadi di masa yang akan datang, kita tak pernah tahu. Siapa yang tahu orang yang dulu gagah berseragam, ketika sudah dalam posisi tinggi jatuh karena dugaan korupsi? Siapa yang tahu wanita cantik dan cerdas, dambaan setiap pria, sekarang hidup di penjara? Siapa yang tahu Ustadz yang terlihat alim dan beragama baik, ternyata ditangkap polisi karena menipu? Siapa yang tahu?

Lain lagi cerita jika melihat seseorang yang urakan. Hidupnya tak tentu arah. Pendidikan tak tinggi. Lahir bukan dari keturunan yang hebat. Kita spontan menilai negatif. Bahkan mencibir dan berusaha tidak mendekat dengannya. Kita lupa, Tuhan Maha Mengetahui. Dia punya kuasa dalam menentukan nasib seseorang di masa depan. Entah itu seseorang tersebut baik atau buruk di masa sekarang, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya di masa yang akan datang.

Kita mestinya tidak terlalu silau dengan kebaikan yang dimiliki seseorang di masa sekarang, karena di depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan juga, janganlah terlalu mudah menilai seseorang itu gagal hanya karena kita tidak melihat kebaikan pada dirinya saat ini. Mendekatlah dengan siapapun, hormatlah kepada semua orang, jangan terlalu banyak memilih dan memilah dalam berbaur dengan orang lain.

Saya termasuk orang yang percaya dengan “Apa yang kita tanam, maka itulah yang kita tuai”. Jadi, bagi kita yang saat ini mempunyai banyak kebaikan, pendidikan yang baik, orang tua yang hebat, pekerjaan yang bergengsi. Janganlah lupa diri, tetap bersyukur atas karunianya, selalu memberi dan rendah hati. Agar sampai kapanpun, kebaikan selalu menaungi diri kita. Bagi yang hidupnya masih pas-pas-an, seakan tidak ada harapan. Tetaplah berharap kepada Tuhan, karena hidup bukanlah sekedar hari ini, masih ada hari esok. Tetap semangat, berdoa sebanyak mungkin dan teruslah berusaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s