Bagaimana membahagiakan orang tua?

Cita-cita membahagiakan orang tua memang cita-cita yang mulai. Semua orang di dunia ini pasti ingin membahagiakan orang tuanya. Namun bagaimana caranya? Atau bagaimana bentuknya? Ada yang bilang “saya ingin membayar biaya naik haji orang tua”, “saya ingin pergi jalan-jalan dengan orang tua”, “saya ingin membelikan rumah dan mobil bagus untuk orang tua”, dan lain sebagainya. Memberi kebahagiaan untuk orang tua bagi sebagian orang umumnya memberi “sesuatu yang bernilai” berbentuk materi. Namun, pernahkah kita bertanya secara langsung kepada orang tua kita, apa yang sebenarnya membuat mereka bahagia?

Saya memendam pertanyaan ini sejak sekian lama. Dulu, saya pun berpikiran sama. Ingin rasanya membalas jasa-jasa mereka dengan menghadiahi mereka dengan naik haji, mobil mewah, atau rumah besar. Kemudian saya bertanya mengenai apa yang ingin mereka dapatkan dari saya, agar mereka berbahagia. Ternyata jawabannya tidak seperti yang kita bayangkan, mereka hanya ingin melihat kita bahagia, dengan itu mereka pun berbahagia.

Banyak teman saya yang berambisi memberikan kebahagian kepada orang tuanya. Dengan cara mencoba mengumpulkan uang untuk memberi mereka “sesuatu yang bernilai”, hasilnya mereka mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Mereka tumbuh dan hidup prihatin, alih-alih memberi kebahagiaan kepada orang tua mereka, malah mereka sendiri tidak bahagia. Bahkan terbebani.

Jika kita mau berpikir lebih luas lagi, akan makna berbakti kepada orang tua. Sebenarnya cara membahagiakan orang tua tidak lah sesulit itu. Untuk saya, membahagiakan orang tua adalah dengan cara tidak memberikan kekecewaan kepada mereka. Contohnya, jika kita sekarang masih kuliah, jangan dulu deh mikir untuk bisa membelikan ini atau itu yang bernilai kepada orang tua. Cukup belajar yang benar, rajin masuk kuliah, lalu lulus tepat waktu. Dengan itu, orang tua akan sangat berbahagia sekali kepada kita. Untuk yang sedang bekerja, jangan mikir berat-berat deh bagaiamana caranya kita naik haji bareng orang tua, cukup bekerja dengan baik dan disiplin, mengumpulkan uang, kemudian belikan pakaian yang baik, makan makananan yang menyehatkan, ketika kita pulang ke rumah orang tua, orang tua melihat badan kita bersih, pakaian rapih serta tubuh yang gemuk mereka pun akan bahagia melihat kita.

Banyaknya dari kita terbebani dengan istilah “membalas budi orang tua” dengan cara berusaha keras untuk memberi mereka “sesuatu yang bernilai”. Yang sering terjadi, pikiran kita jadi terbebani, dan akhirnya hidup kita tidak berbahagia. Dengan itu, boro-boro mau membahagiakan orang tua, toh kitanya juga tidak berbahagia.

Jadi, bahagiakan orang tua dengan tidak memberikan kekecewaan kepada mereka. Dengan mengerjakan tanggung jawab kita dengan baik sebagaimana mestinya. Dengan demikian, orang tua akan tenang melihat kita, lalu bahagia pun akan mereka rasakan. Yang penting mah, buat orang tua kalian tenang. Caranya? Coba fokus ke kebahagiaan diri kita dahulu, kalau kita sudah bahagia, orang tua pasti ikut berbahagia. Tugas mereka melahirkan kita kan, untuk membahagiakan kita. Kita pun sama, nanti ketika menjadi orang tua pasti akan berbahagia ketika melihat anak kita berbahagia. Sesuai pesan dari Rasulullah, “Dalam mengambil keputusan, selalu pilih cara yang paling mudah”, jadi daripada keblinger mikirin mau beli ini mau beli itu untuk orang tua. Lebih baik pakai cara termudah, pastikan dulu diri kita bahagia ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s