Just Read and get tons of informations

Gugatan Cerai Ahok dan Pelajaran Bagi Pasangan Muda

Baru-baru ini kita dikagetkan oleh berita gugatan cerai Basuki Tjahya Purnama alias Ahok atas istrinya Veronika Tan. Saya pribadi sangat terkejut hal ini bisa terjadi. Ingat betul dulu ketika pertama kali Ahok masuk penjara, saya dan rekan kerja sempat berdiskusi terkait hubungan Ahok dan keluarga. Saat itu kita hanya tidak sampai hati membayangkan jika satu kepala keluarga harus masuk penjara, lalu siapa yang akan menghidupi anak istri, baik lahir maupun batin.

Ahok dan istri sudah berumah tangga sekitar 20 tahun. Anak paling besar berumur dewasa dan sedang berkuliah di perguruan tinggi. 20 tahun masa pernikahan bukanlah waktu yang sebentar. Saya yakin banyak lika-liku yang dihadapi selama itu. Beredar berita bahwa Ahok menikah diumur 26 tahun, sedangkan istrinya baru berumur 19 tahun. Usia tersebut sudahlah umum untuk pasangan pria dan wanita menikah pada saat itu. Namun mungkin sangat muda sekali untuk ukuran perempuan masa kini menikah di umur 19 tahun, khususnya di perkotaan.

Menikah bukanlah keputusan yang mudah. Perlu banyak sekali pertimbangan yang perlu dipikirkan. Mulai dari kecocokan watak, kesiapan mental, kemapanan ekonomi sampai kedewasaan diri. Pernikahan yang sempurna adalah pernikahan yang dilakukan oleh dorongan hati karena cinta yang tulus dan keinginan hidup bersama yang kuat. Bukan karena tekanan sosial, orang tua atau pengakuan semata.

Pertemuan dua insan manusia memang sudah dicatat dalam kitab lauhul mahfudz, isinya sudah dibuat ribuan tahun sebelum manusia itu diciptakan. Begitupun perpisahan, saya yakin ada tangan tak terlihat yang mengatur semua itu. Akan tetapi apakah kita manusia hanya bisa pasrah menerima takdir? Tentu tidak, Tuhan memberikan kesempatan untuk berusaha dan berdoa untuk merubah semuanya agar menjadi lebih baik.

Dalam menjalani hubungan tidak ada ketentuan yang baku karena satu pasangan tentunya akan berbeda dengan pasangan lain. Saya sering bertanya kepada beberapa pasangan suami istri “senior” yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalani mahligai rumah tangga. Saya tanya, apa rahasianya hubungan bisa awet sampai kakek nenek, jawabannya “kami tidak tahu”. Ada juga yang menjawab, “saling mengerti”, yang lain menjawab “harus terbuka”. Semua jawabannya terdengar normatif. Tidak ada aturan atau petunjuk baku yang mesti dilakukan sebuah pasangan agar hubungannya bisa berjalan dengan lancar.

Pertemuan dan perpisahan adalah rahasia yang maha kuasa. Di setiap kebahagiaan pasti akan muncul kesedihan. Dibalik kesedihan akan hinggap kesenangan. Yang mesti dipikirkan sebelum menikah adalah pastikan kita menikah karena memang saling mencintai dan membutuhkan satu sama lain. Kemudian berdoa selalu kepada Yang Maha Kuasa, agar dihindari dari fitnah-fitnah yang bisa menghancurkan hubungan kita dengan keluarga.

Akhir kata, menikahlah, jangan tunggu lama, nanti keburu males.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s