Just Read and get tons of informations

Dilan 1990, Keegoisan Laki-laki dan Kelemahan Hati Perempuan

Kutipan seperti “Jangan Rindu, Berat, Biar Aku Saja”. Atau “Aku Tidak Mau Membuatmu Cemas, Biar Aku Saja Yang Mencemaskanmu”. Kutipan-kutipan dalam film Dilan 1990 telah membuat banyak orang, khususnya generasi milenial senyum-senyum sendiri.

Dalam kutipan diatas seolah-olah menunjukan bahwa laki-laki rela berkorban apa saja demi kebahagian pasangannya. Tapi apakah kutipan tersebut mengartikan bahwa apa yang dilakukan Dilan memang benar-benar karena ingin Milea bahagia?. Hmm, belum tentu. Saya melihatnya sebagai wujud keegoisan laki-laki dalam bentuk yang berbeda. Disampaikan dengan sangat halus dibalut puisi yang menghanyutkan.

Laki-laki, Apapun Jenisnya, Super Egois

Egois dalam kamus bahasa Inggris berarti thinking only of oneself, without regard for the feelings or desires of others; self-centered. Tambahan informasi terkait egoisme, David Elkind, seorang Psikolog terkenal menerangkan egoisme sebagai berikut the tendency for teenagers to focus on themselves and what others think of them. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan egois berarti hanya fokus kepada diri sendiri, tanpa memikirkan apa yang diinginkan atau dipikirkan orang lain.

Biar Aku Saja, Kamu Jangan. Segalanya tentang keakuan. Kamu atau kalian tidak boleh terlibat. It is everything about me. Kira-kira begitu lah sifat semua laki-laki. Secara alami seorang laki-laki dididik dan dituntut untuk hanya bergantung pada dirinya sendiri. Mendapatkan bantuan dari orang lain adalah hal yang, mungkin, untuk sebagian besar laki-laki adalah sebuah kelemahan. Dan laki-laki tidak akan pernah rela dipandang lemah oleh orang lain.

Seringnya, sifat ini dikenali oleh banyak perempuan namun sulit untuk dimengerti. Mengenal saja tidak cukup, perempuan harus mengerti akan sifat ini. Sekali perempuan mengerti akan sifat ini. Memainkannya dengan penuh kecerdasan. Saya yakin, tidak akan ada kekerasan rumah tangga, perselingkuhan atau keretakan dalam hubungan.

Lemahnya Hati Perempuan

Masih ingatkah kalian kisah Adam dan Hawa dengan Buah Keabadian? Diceritakan bahwa kedua manusia tersebut boleh memakan apa saja di Surga kecuali satu buah. Tunduk kepada perintah Tuhan, mereka berdua pun mencoba menjauhi buah tersebut. Namun Iblis tidak tinggal diam. Dia merayu keduanya tanpa henti, akhirnya Hawa tergoda dan juga meminta Adam untuk ikut mengambil buah tersebut.

Dari kisah tersebut terlihat bahwa yang pertama kali tergoda oleh bujukan Iblis adalah nenek moyangnya kaum perempuan, yaitu Hawa. Adam hanya mengikuti keinginan Hawa, barangkali agar Hawa merasa bahagia.

Perempuan memiliki hati yang lembut. Keputusannya didorong oleh emosi semata. Perempuan tidak tahan melihat orang lain menangis, mudah terayu dengan bait-bait kata indah dan seringnya mengambil suatu tindakan yang sangat impulsif, kadang juga tidak masuk akal.

Wajar saja, Dilan, dengan segala jurus permainan kata-katanya dapat dengan mudah meluluhkan hati Milea. Yang pada saat itu, seperti kita lihat dalam film, Milea masih memiliki kekasih di kota lain.

Jadi pelajaran yang dapat kita ambil. Jagalah hati perempuan dengan sebaik-baiknya. Jangan beri dia ruang untuk masuk ke perangkap buaian pria semacam Dilan. Agar hubungan yang harmonis selalu terjadi selama-lamanya.

Salam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s