Mythomania, Suatu Penyakit Jiwa: Berbohong Karena Ingin Diakui.

Sebelum pergi ke Bandung untuk sekolah, saya lumayan lama hidup di kota kecil di daerah Banten. Lingkungan dimana saya tinggal dipenuhi oleh orang yang kurang beruntung baik dari segi pekerjaan, keluarga maupun pendidikan.

Satu hal yang menonjol dari orang-orang di lingkungan saya tersebut adalah seringnya menceritakan cerita bohong, penuh khayalan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Setiap kali berbincang dengan mereka, saya sering kali terganggu karena kebohongannya. Jika bercerita selalu dibesar-besarkan. Tidak jarang pula selalu disertai dengan pernyataan bombastis dengan membanggakan dirinya paling hebat diantara yang lain. Ada yang mengaku secara serius sebagai pedagang paling kaya dan disegani di lingkungannya, padahal kalau dilihat dari usahanya, yang bersangkutan hanya menyewa ruko kecil dan menjual barang-barang murah. Ada juga yang berkelakar memiliki gaji fantastis, padahal pekerjaannya hanyalah satpam di sebuah gudang perusahaan produk konsumsi.

Setelah mendengar banyak cerita bohong dari mereka, saya pun penasaran apakah yang sebenarnya terjadi pada kepribadian mereka. Saya yakin betul pasti ada yang tidak beres dengan kejiwaannya. Akhirnya saya buka google untuk mencari tahu apakah ada penyakit psikologis terkait dengan kebohongan tersebut.

Mythomania liar adalah perilaku berbohong bukan karena ingin menipu orang lain. Tapi karena ingin mendapatkan pengakuan.

Hal ini terjadi karena pelaku sering kali mendapatkan kegagalan dalam hidupnya, seperti kegagalan dalam studi, keluarga, karir dan pekerjaan. Karena begitu, pelaku mencoba untuk membangun citra diri yang sempurna agar orang lain mengakui dirinya seseorang yang hebat. Hehe lucu banget ya, tapi kasihan.

Adapun ciri-ciri pembohong Mythomania adalah sebagai berikut:

⁃ Suka membesar-besarkan sesuatu

⁃ Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang dia ceritakan

⁃ Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya

⁃ Karena mereka tidak menghargai kejujuran, merekapun tidak menghargai kepercayaan

⁃ Bisa jadi seorang Hyphochondriac juga, yaitu orang yang selalu merasa sakit (dibuat-buat) agar diperhatikan

⁃ Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya

⁃ Bisa berbohong dengan hal yang sepele

⁃ Selalu membesar-besarkan kalimat

⁃ Bisa merubah rubah cerita setiap saat.

⁃ Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataanya

⁃ Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain

⁃ Berbohong ketika sebenarnya sangat mudah untuk menceritakan kebenaran

⁃ Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik

⁃ Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya

⁃ Memiliki gangguan kepribadian

⁃ Jago memanipulasi

⁃ Ketahuan bohong berkali kali

⁃ Tidak pernah mengakui kebohongan

⁃ Menganggap dirinya legenda

Akhirnya setelah mengetahui hal tersebut saya pun tersadar bahwa mereka itu sedang “sakit”, tepatnya sakit jiwa. Seperti halnya sakit jasmani, jika ingin sembuh haruslah diobati. Kalaupun tidak ada keinginan untuk sembuh dari penderita, kita hanya bisa mendoakan. Sejak mengetahui itu, hal yang akan saya lakukan adalah menghindar. Saya khawatir penyakit tersebut bisa menular. Naudzubillahimindzalik.

Sekian..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: